Selasa, 12 April 2011

Tips mengemudi di jalan yang basah

A. Periksa ban anda secara rutin
    Selalu periksa ban sebelum jalan, lakukan langkah-langkah perawatan rutin : jaga tekanan udara dalam ban. Ukuran tekanan udara yang tepat ditentukan oleh pabrik mobil anda  dan dapat dibaca disisi belakang pintu,ditiang pintu, di pintu laci dashboard atau di balik tutup tangki bahan bakar. ukuran ini juga bisa di baca manual pemakai. Angka-angka yang trcetak di dinding ban bukanlah tekanan udara yang direkomendasikan untuk ban anda melainkan tekanan maximum untuk ban itu. Periksalah tekanan udara ban anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan. Cek kedalaman alur, kedalaman yang cukuo akan menghindari mobil tergelincir (slip) atau melayang di atas air (aquaplaning).
B. Kurangi kecepatan
     Pada saat hujan, air bercampur dengan oli di atas permukaan jalan dan membuat permukaan jalan menjadi licin dan ban mudah slip. Cara terbaik untuk menghindari slip adalah mengurangi kecepatan, di kecepatan yang lebih rendah lebih banyak alur ban akan bersentuhan dengan permukaan jalan dan daya cengkeramnya kan lebih baik.
C. Ikuti arah mobil di depan anda
    Hindari menggunakan rem. Bila masih memungkinkan, kurangi kecepatan dengan melepas pedal gas. Hidupkan lampu depan meskipun hujan tidak terlalu lebat. Lampu ini tidak saja membantu anda melihat jalan tetapi juga membantu pengemudi lain melihat anda. Jika mobil anda dilengkapi daytime running lights, hidupkanlah agar kendaraan di belakang anda dapat melihat anda dengan lebih baik.
D. Jaga jarak dengan mobil di depan
     Mengemudi di cuaca basah mengharuskan cara yang halus dalam menggunakan kontrol-kontrol utama pada kemudi, pedal, kopling,rem dan gas. Ketika anda berpergian dalam cuaca basah kotrol-kontrol tersebut berperan sangat penting, apalagi di jalan yang basah dibutuhkan jarak pengeraman tiga kali lebih panjang dari pada di jalanan yang kering. Karena dibutuhkan jarak yang lebih besar, anda tidak menempel ke mobil di depan (taligate). Sekurang-kurangnya pertahankan jarak dua kali panjang mobil di anatara anda dan mobil di depan.
E. Persiapkan perjalanan anda dengan baik
   Mengemudi dalam cuaca basah mengharuskan cara yang halus dalam menggunakan kontrol-kontrol utama-->kemudi dan pedal-pedal kopling, rem, dan gas serta kesiapan yang lebih besar dalam mengantisipasi kesalahan orang lain  ataupun kondisi darurat. Bila hujan sudah turun sebelum anda berangkat mungkin sekali tapak sepatu anda sudah basah. Gosok-gosokkanlah solnya pada karpet atau alas karet di mobil sebelum anda menghidupkan mesin. Setiap pengemudi harus selalu memeriksa apakah lampu depan, lampu belakang, lampu rem dan lampu tanda berbelok semua berfungsi dengan baik.
F. Keringkan rem anda setelah melewati genangan air
    Setelah melalui gengan air yang dalam dan rem anda mungkin basah, tekalah pedal rem sedikit untuk mengeringkannya.
G. Belajar menghindari dan mengatasi mobil yang melayang di atas air (aquaplaning)
     Aquaplaning terjadi bila air di depan ban mobil berkumpul lebih cepat daripada yang dapat di dorong oleh berat mobil anda. Tekanan dari air mengangkat mobil anda sehingga melayag di atas air yang ada di antara ban dan permukaan jalan. Pada saat itu mobil anda akan kehilngan kontak dengan permukaan jalan. dan anda dapat slip keluar dari lajur anda bahkan keluar dari jalan. untuk mengindari situasi ini tekanan ban selalu diperiksa, alur ban harus cukup dalam, kurangi kecepatan bila jalan basah dan hndari genangan air. Usahakan mengikuti jejak yang ditinggalkan ban-ban mobil di depan anda. Kalau anda merasakan mobil melayang di atas air, jangan menginjak rem atau memutar kemudi secara mendadak. Ini akan membuat mobil anda slip, lepaskan injakan pada pedal gas sampai kecepatan mobil berkurang dan anda kembali merasakan cengkeraman ban pada permukaan jalan. Jika mobil anda dilengkapi ABS, injak rem secara normal. Komputer di sistem rem akan melakukan pemompaan sendiribila diperlukan.
H. Berhenti mengemudi bila merasa lelah
    Berhentilah sekurang-kurangnya setiap beberapa jam sekali atau setelah beberaparatus kilometer untuk beristirahat.
I. Kalau hujan lebat berhenti saja...!!!
   Hujan yang lebat akan membebani penghapus kaca (wiper) sehingga kaca depan aselalu tertutup air. Bila pandangan ke depan sangat terbatas-batas jalan ataupun kendaraan-kendaraan yang lain, itu tandanya anda harus meminggir dan berhenti sampai hujan reda. Carilah tempat peristirahatan atau tempat-tempat aman lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar